Thinking Of

Tersenyumlah...!!!
maka duniamu akan menjadi lebih indah...

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 23 Oktober 2012

Menunggu si 'Pemberi Harapan'


Mulanya "Insyaallah, saya akan menunggu"
beberapa minggu kemudian "semoga saya bisa menunggu#meyakinkan diri sendiri#

setelah beberapa bulan "saya hanya bisa menunggu" #keyakinan yg semakin pudar#

Setahun kemudian, dengan segaris senyuman "alhamdulillah, saya masih di sini dan terus menunggu"

Meskipun, menunggu itu sesuatu yg tidak nyaman... serasa sesak napas berada pada situasinya...
Tapi hakekatnya, dia (si wanita) hanya bisa menunggu dan terus menunggu....

 
 
Gadis itu termenung sendiri menatap potongan-potongan gambar serta memo yang berada pada notebook miliknya. Tanpa dia sadari mutiara-mutiara bening mengalir di tubir matanya, karena kenangan beberapa waktu yang lalu kembali bermain... 
 
Hanya dengan sebuah kalimat yang mampu membuatnya yakin untuk bersabar dan tetap menunggu.
Menunggu kata pasti darinya, menunggu pengakuan darinya...
Saat-saat itu lah yang paling melelahkan.
Sampai tiba pada saatnya, semua itu tidak ada artinya lagi.
Di saat mengetahui dia sudah berpaling dari janjinya. 
Saat itu tak ada air mata, hanya senyum yang mampu terukir untuk berusaha menentramkan hati yang nyaris runtuh.
Hanya sesak yang dirasakan saat itu, bagaikan sebuah batu yang terhempap di dalam dada.
Hingga suatu hari air mata yang selama ini tertahan tumpah ruah bersama isak tangis.
Kabar burung yang selama ini didengarnya menjadi kenyataan... Dihadapan mata terbentang sebuah undangan walimatul.
Tak ada seorang pun yang mampu menenangkan hatinya,
Tak ada beberapa patah kata lagi dari sahabat yang bisa menguatkannya...
Segala kesalahpahaman, kekecewaan, penyesalan menguak ke permukaan...

Tapi hakekatnya, segala rasa yang ada pada diri tak hanya sepihak, dia si 'pemberi harapan' juga merasakan hal yang sama...

"Mengapa, kau memberikan harapan ???" kata si gadis, bersama isak tangis.
"Mengapa, kau tidak pertahankan ???" katanya, sambil menekan dada yang terasa sesak...
 
Kenangan pahit telah terpahat kukuh, di mana sebuah penantian yang berbuah kekecewaan dan penyesalan.
kecewa akan dia (si pemberi harapan) dan diri sendiri yang terlalu yakin, sesal dan menyesal akan rasa yang bermukim di hati. sehingga tanpa sadar bersama-sama telah menzahirkan impian-impian di masa depan, yang sekarang hanya sekedar mimpi belaka.
 
Ternyata salah, Air mata terus mengalir di hari itu tanpa henti. Tapi hanya sehari, karena hari-hari selanjutnya terus ia lalui bersama senyuman. Tanpa ada yang tau bahwa si gadis melauinya begitu berat, karena sampai sekarang hatinya masih terasa sakit. Membuatnya sulit untuk membuka hatinya untuk 'si pemberi harapan' yang lainnya. Bukan bermaksud sombong, akan tetapi lebih menjaga diri serta hatinya untuk seseorang yang halal baginya dan serius akan harapan yang telah ditebarkan untuk masa depan.




---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Huuaaahhhh....sedih sob kisahnya... :(


sekian dulu yah, semoga paham dengan sepenggal kisah (Prolog) di atas, Sebenarnya banyak cerita dan hikmah di balik kisah si Gadis dan si Pemberi Harapan :) , belum tau kapan buat dalam versi cerpen atau novel mini nya. Mohon do'a nya saja ...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar